Pemilihan Gunawan "Sadbor" sebagai duta anti-judi online oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengagetkan banyak faksi. Cara ini memunculkan beragam pertanyaan, ditambah ingat background Sadbor yang pernah terturut dalam promo taruhan online. Kenapa figur seperti Sadbor yang sebelumnya sempat terganjal kasus permainan judi diputuskan, sedangkan Ferry Irwandi, seorang influencer yang vocal melawan taruhan online, malah tidak diperhitungkan?
Di akhir Oktober 2024, Gunawan Sadbor diamankan karena diperhitungkan mempromokan taruhan online lewat akun TikTok-nya. Walau sebelumnya sempat ditahan, dia selanjutnya diangkat sebagai duta anti-judi online. Kapolri mengatakan jika pemilihan Sadbor mempunyai tujuan manfaatkan dampaknya di sosial media untuk menebarkan pesan anti-judi ke kelompok muda (CNN Indonesia, 2024). Tetapi, cara ini memunculkan pertanyaan besar mengenai stabilitas dalam penegakan hukum.
Pemilihan Sadbor nampaknya mempunyai tujuan untuk mencapai audience lebih muda lewat pendekatan influencer. Tetapi, pendekatan ini beresiko bila tidak dibarengi transparan dan responsibilitas yang terang. Dalam pada itu, Ferry Irwandi mempunyai reputasi yang terang dalam mendidik warga dan mengadvokasi peralihan peraturan lebih efektif untuk menangani taruhan online seperti judi bola,slot atau kasino online.
Pemilihan Gunawan "Sadbor" sebagai duta anti-judi online munculkan beberapa pertanyaan berkenaan stabilitas dan integritas pemerintahan dalam melawan permainan judi. Sementara Sadbor berpotensi untuk mencapai angkatan muda, kehadiran Ferry Irwandi sebagai figure lebih dapat dipercaya dalam memberi pembelajaran dan kritikan yang membuat semestinya lebih diprioritaskan. Dalam tangani rumor sebesar taruhan online, penting untuk pemerintahan untuk pilih figur yang bukan hanya punya pengaruh, tapi juga mempunyai kredibilitas yang lebih tinggi untuk memberi pembelajaran yang pas ke warga.